> >

Peneliti Litbang Kompas Jelaskan Alasan Anies dan Ahok Raih Elektabilitas Tinggi di Survei Terkini

Rumah pemilu | 16 Juli 2024, 18:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) bersama calon Gubernur DKI Anies Baswedan (kiri) saling berjabat tangan usai melakukan pertemuan di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/4/2017). (Sumber: Arsip ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Peneliti Litbang Kompas Budiawan Sidik Arifianto menjelaskan sejumlah alasan dua mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  raih persentase elektabilitas tinggi di survei terkini Litbang Kompas.

Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yng dilaksanakan pada Juni 2024, persentase elektabilitas Anies sebesar 29,8 persen, sementara Ahok sebesar 20 persen.

“Ada sejumlah faktor yang menyebabkan Anies dan Ahok masih leading, masih menjadi pemimpin suara, karena memang keduanya tokoh yang memiliki rekam jejak yang relatif “panjang dan baik” di DKI Jakarta,” jelasnya dalam Program Rumah Pilkada, Kompas TV, Selasa (16/7/2024).

Baca Juga: Survei Litbang Kompas Juni 2024: Elektabilitas Anies Baswedan 29,8 Persen, Kaesang 1 Persen

Rekam jejak tersebut, kata dia, mengakibatkan publik Jakarta melihat kedua kandidat ini layak untuk diajukan jadi kandidat yang akan maju di pilkada akhir tahun ini.

Faktor lain adalah dari sisi pengetahuan dan pengalaman panjang terkait birokrasi dan juga bekerja di sektor pemerintahan yang kredibel.

“Mereka pernah melihat rekam jejaknya di Jakarta, Ahok dan Anies memiliki tingkat kepuasan yang relatif tertinggi di antara nama-nama lain yang diusulkan oleh repsonden,” ujarnya.

Dalam dalog tersebut, Budiawan juga menjawab pertanyaan mengenai apakah ada gambaran bahwa responden ingin melihat keduanya bertarung lagi di Pilkada Jakarta.

Menurutnya, ada dua kemungkinan terkait hal itu. Pertama, publik mungkin ingin mereka kembali bertarung. Kedua, publik justru tidak ingin keduanya bertarung di pilkada.

“Mungkin bisa begitu (publik ingin keduanya bertarung) tapi mungkin juga sebaliknya, karena kedua kandidat ini juga memiliki resistensi,” ucapnya.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU