Pilkada DKI Jakarta Diprediksi Hanya 2 Pasang Calon, Baru Anies yang Siap Maju
Rumah pemilu | 28 Juni 2024, 07:27 WIBJAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes menilai potensi Pilkada DKI Jakarta hanya diikuti dua pasang cagub dan cawagub sangat tinggi.
Hal tersebut bisa dilihat dari komunikasi para petinggi partai menyikapi Pilkada DKI Jakarta.
Semisal Partai Gerindra, Golkar dan PAN sepakat akan bekerja sama lagi memenangkan Pilkada DKI Jakarta setelah sukses di Pilpres 2024.
Langkah tiga partai itu kemungkinan akan diikuti oleh anggota Koalisi Indonesia Maju lainnya, PSI dan Partai Demokrat.
Selanjutnya partai yang tersisa di legislatif DKI Jakarta yakni PDI-P, PKB, NasDem, PKS, PPP dan Perindo.
Baca Juga: PKS Usung Anies-Sohibul Iman di Pilkada DKI Jakarta, PAN: Itu Sebatas Simulasi, Belum Pasti Daftar
Menurut Arya meski PKS sudah mendeklarasikan pasangan bakal cagub dan cawagub DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sohibul Iman oleh PKS, namun diyakini tidak membuat adanya gerakan membuat poros ketiga.
"Kalau dilihat pelaksanaan Pilkada Jakarta 2012 dan 2017 itu diikuti lebih dari dua pasang Cagub dan Cawagub. Tapi saya lihat ada indikasi kuat, kalau kita lihat pembicaraan partai-partai politik sepertinya potensi untuk hanya dua pasangan calon cukup tinggi," ujar Arya di program Kompas Petang KOMPAS TV, Kamis (27/6/2024).
Di kesempatan yang sama Politisi PDI-P Masinton Pasaribu mengakui tidak mudah membangun komunikasi yang berujung pada kerja sama atau koalisi.
Terlebih untuk Pilkada DKI Jakarta, tidak satu pun partai yang bisa mengusung cagub-cawagub sendiri.
Penulis : Johannes Mangihot Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV