> >

Kemenag: Jemaah Haji Indonesia Bisa Pulang Lebih Awal dengan 2 Cara

Travel | 12 Juli 2023, 21:32 WIB
Jemaah haji Indonesia mulai pulang ke tanah air pada tanggal 4 Juli 2023. (Sumber: Kurniawan/Kemenag.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelaksanaan badah haji 2023 atau 1444 hijriah kali ini banyak diikuti oleh kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) dari Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, jumlah lansia pada penyelenggaraan haji 2023 ini mencapai sekitar 67 ribu orang.

Koordinator Media Center Haji (MCH) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat Dodo Murtado menyatakan, pihaknya memprioritaskan jemaah lansia, terutama yang risiko tinggi, untuk pulang lebih awal atau tanazul.

“Tahun 2023, seiring dengan program pemerintah yang mencanangkan haji ramah lansia, PPIH memberikan prioritas kepada jemaah lansia terutama jemaah lansia risiko tinggi untuk dapat pulang ke tanah air lebih awal dari jadwal yang ditetapkan,” kata Dodo dalam keterangan persnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (8/7/2023).

Dodo menerangkan, untuk mengajukan tanazul, baik pengajuan atau pengunduran kepulangan, dapat dilakukan dalam dua cara.

Pertama, petugas PPIH Kloter atau PPIH Arab Saudi bisa menyampaikan beberapa nama jemaah haji yang akan ditanazulkan, berdasarkan informasi dari tenaga kesehatan bahwa jemaah tersebut harus dipulangkan sesegera mungkin karena kondisi kesehatannya yang butuh penanganan intensif di tanah air.

Baca Juga: Di Balik Kepulangan Jemaah Haji Indonesia dari Madinah, Petugas Siapkan Paspor hingga Boarding Pass

Kedua, jemaah haji bisa mengajukan secara tertulis kepada PPIH yang bertugas melakukan pelayanan kedatangan dan kepulangan di Daker Makkah maupuh Madinah dengan mencantumkan alasan tanazul tersebut. 

"Selanjutnya, PPIH melakukan verifikasi apakah alasan tersebut cukup dijadikan sebagai dasar jemaah tersebut dapat ditanazulkan,” imbuhnya.

Pada fase kepulangan jemaah, hingga Selasa (11/7/2023) Pukul 24.00 WIB jemaah gelombang I yang telah tiba di tanah air sebanyak 49.136 orang, tergabung dalam 128 kelompok terbang (kloter).

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV/Kemenag RI


TERBARU