Raja Keraton Agung Sejagat Pernah Jadi Gubernur Jenderal Sunda Empire
Investigasi digital | 18 Januari 2020, 19:49 WIBAcara workshop yang dihadiri lima provinsi yang terpilih sebagai Pilot Project Development Committee, tersebut diunggah akun Azies Annahraini di Youtube dengan judul Sambutan Toto Santoso Hadiningrat.
Dalam sebuah acara yang diduga berlangsung di Aula Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 2017, Toto duduk di depan seperti pembicara.
Sebuah foto tentang kegiatan tersebut diunggah Akun Facebook Mustafa Jamil dalam keterangan foto Mustafa menuliskan "Acara rapat akbar pw-pd se indonesia bersama prof nasri,pak Toto dan pembina Aceh DEC,". Foto juga disalurkan ke akun facebook bernama Mahmudi Adec.
Baca juga: Ada Jejak Raja Keraton Agung Sejagat Di Sunda Empire
Mahmudi lebih banyak menggungah kegiatan Sunda Empire dibanding Mustafa, teman di jejaring facebook. Dalam album foto Mahmudi juga terdapat gambar Toto yang sedang mengikuti kegiatan bersama pimpinan Sunda Empire Nasri Banks.
Pengikut Toto Insaf
Sri Utami, warga Desa Pogung Jurutengah memilih keluar dari keanggotanan Jogja DEC lantaran janji mendapat gaji besar tak terwujud.
Ia mengaku terlibat dalam Jogja DEC sejak Desember 2014 hingga 2016. Saat menjadi anggota, Sri harus membayar iuran yang bervariasi, jika ada kegiatan di luar kota Sri harus mengeluarkan uang sendiri. Seragam dengan logo Sunda Empire harus ditebus dengan harga Rp3 juta.
Saat bergabung, Sri dijelaskan bahwa DEC organisasi bergerak di bidang bantuan kemanusiaan. Alasan Sri masuk menjadi anggota lantaran ia dijanjikan kerja dengan gaji besar. Untuk mendaftar menjadi anggota, Sri harus melewati proses administrasi dan spiritual.
Baca juga: Ini Dia Cikal Bakal Pengikut Keraton Agung Sejagat!
"Pendaftarannya pakai ijasah dan foto. Setelah itu disuruh bikin seragam dan setiap anggota masuk diwajibkan puasa. (Gaji) yang dijanjikan dolar amerika dicairkan di bank swiss, esa monatery found," ujar Sri saat ditemui Kompas.tv.
Seiring banyaknya anggota dan pengaruh, Toto diduga ingin membentuk kerajan sendiri di Jawa Tengah.
Penulis : Johannes-Mangihot
Sumber : Kompas TV