> >

Israel Kecewa Inggris Setop Sebagian Ekspor Senjata karena Khawatir Langgar Hukum Internasional

Kompas dunia | 3 September 2024, 16:45 WIB
Tank Israel di Gaza, Minggu (26/11/2023). Pada Selasa (3/9/2024), Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Inggris yang menghentikan sementara ekspor senjata ke negaranya. (Sumber: AP Photo)

LONDON, KOMPAS.TV — Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Inggris yang menghentikan sementara sebagian ekspor senjata ke negaranya.

Melalui akun X-nya, Gallant melontarkan respons keras dan kekecewaannya karena Inggris menjatuhkan sanksi embargo tersebut.

“Sangat kecewa mengetahui sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintah Inggris terhadap lisensi ekspor ke lembaga pertahanan Israel," kata Gallant, Selasa (3/9/2024).

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer, mengumumkan penghentian sementara ekspor beberapa senjata ke Israel pada Senin (2/9/2024). 

Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menyatakan pemerintah telah meninjau ulang 350 lisensi ekspor yang ada dan memutuskan untuk menangguhkan sekitar 30 di antaranya. 

Lisensi yang ditangguhkan ini mencakup komponen untuk pesawat militer, helikopter, dan drone, serta item yang digunakan untuk penargetan darat.

Langkah tersebut diambil karena kekhawatiran senjata tersebut dapat digunakan untuk melanggar hukum internasional dalam serangan Israel ke Gaza yang telah menewaskan 40.000 orang lebih sejak 7 Oktober 2023.

Inggris, sebagai salah satu sekutu terdekat Israel, menghadapi tekanan yang semakin besar dari berbagai pihak untuk menghentikan ekspor senjata terkait serangan brutal Israel di Gaza.

Meski Inggris bukan pemasok utama senjata bagi Israel seperti Amerika Serikat dan Jerman, keputusan ini tetap memiliki dampak simbolis.

Baca Juga: Inggris Setop Ekspor Beberapa Senjata ke Israel, Berisiko Digunakan Melanggar Hukum Internasional

Sejumlah pengamat militer menyebut langkah Inggris ini bisa memicu tindakan serupa dari negara-negara sekutu lainnya.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU