Pemimpin Hamas Sebut Perundingan Gencatan Senjata Buntu karena Israel: Mereka Pilih Serang Rafah
Kompas dunia | 16 Mei 2024, 16:26 WIBGAZA, KOMPAS.TV - Kepala Politbiro Hamas Ismail Haniyeh menyatakan, tindakan Israel menyebabkan perundingan gencatan senjata kedua pihak buntu.
Sebelumnya, Hamas telah menyepakati proposal gencatan senjata yang diajukan Qatar dan Mesir, tetapi proposal itu ditolak Benjamin Netanyahu.
Haniyeh menyebut, pemerintah Israel pilih menyerang Rafah, daerah paling selatan Jalur Gaza yang dipadati pengungsi, daripada meneken gencatan senjata untuk pembebasan sandera.
Baca Juga: Kombatan Hamas Bermunculan di Daerah yang Ditinggalkan Israel, Analis: Mereka Tetap Efektif Tempur
"Kami belum lama ini mengumumkan persetujuan kami atas proposal yang dibawakan saudara-suadara kami di Mesir dan Qatar, yang mana juga diketahui pemerintah Amerika," kata Haniyeh dikutip Al Jazeera, Kamis (16/5/2024).
Namun, penjajah (Israel) menanggapi porposal ini dengan menduduki dan menguasai titik penyeberangan Rafah dan memulai agresi ke daerah Rafah.
Haniyeh pun menegaskan, Hamas tidak akan menyetujui kesepakatan pasca-perang di Gaza yang tidak melibatkan organisasi tersebut.
Pasukan Israel diketahui memulai operasi militer berskala terbatas di Rafah sejak pekan lalu.
Israel juga meningkatkan intensitas gempuran di kamp pengungsian Jabaliya karena Hamas berulangkali meluncurkan serangan balik di daerah tersebut.
Pada Kamis (16/5), pasukan darat Israel dilaporkan terlibat pertempuran sengit dengan milisi Palestina di Jabaliya.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV