Presiden Afghanistan Diprediksi Akan Lengser dalam Beberapa Jam ke Depan
Kompas dunia | 15 Agustus 2021, 18:03 WIBKABUL, KOMPAS.TV – Presiden Afghanistan akan turun takhta dalam beberapa jam ke depan, menyusul Taliban yang telah memasuki ibu kota Kabul pada Minggu (15/8/2021). Hal itu diungkapkan sejumlah sumber seperti dikutip dari Al Arabiya.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, peralihan kekuasaan akan dilakukan secara damai tanpa peperangan.
Bentrokan antara pasukan nasional Afghanistan dan Taliban berlangsung di kawasan selatan dan utara pinggiran kota Kabul. Bentrokan tetap terjadi kendati sebelumnya juru bicara Taliban menyatakan, kelompok pemberontak itu telah diperintahkan untuk tak menyerbu ibu kota yang merupakan benteng terakhir pemerintah di Afghanistan.
Baca Juga: Situasi Afghanistan Memburuk, Pakistan Buka Perbatasan dan Longgarkan Persyaratan Visa bagi Jurnalis
Ia menambahkan, Taliban tak berniat membalas dendam pada siapa pun. Taliban juga mengklaim akan memberi pengampunan pada mereka yang telah bekerja melayani pemerintah dan militer Afghanistan.
Sejauh ini, kepresidenan Afghanistan di Kabul masih menegaskan bahwa situasi di ibu kota masih terkendali.
Di Kabul, warga tampak mengantri di bank-bank untuk menarik seluruh simpanan uang mereka sebelum bank tutup karena kurangnya likuiditas. Melansir Associated Press, warga yang panik pula bergegas menuju bandara internasional Kabul untuk meninggalkan Afghanistan. Para pegawai pemerintah juga melarikan diri dari kantor-kantor pemerintah Afghanistan.
Pada diplomat Amerika Serikat (AS) dievakuasi dari kedutaan besar menggunakan helikopter. Seorang sumber pejabat AS menyebut, kurang dari 50 petugas akan tetap berada di Kabul.
Baca Juga: Dramatis, AS Evakuasi Staf Kedutaan di Kabul Afghanistan Menggunakan Helikopter
Sejumlah anggota staf Uni Eropa juga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman di Kabul. Menurut seorang pejabat NATO, lokasi evakuasi tak diungkap demi alasan keamanan.
Penulis : Vyara Lestari Editor : Purwanto
Sumber : Al Arabiya/Associated Press